Arsip Bulanan: Februari 2008

Kepemilikan kendaraan di Indonesia apalagi pertumbuhannya tiap tahun semakin bertambah bukan mencerminkan kenaikan kemakmuran namun pengalihan biaya transportasi. Hitung punya itung dari rumah ke kantor harus dua kali naik angkot @ 2000 perak, maka dalam sehari harus mengeluarkan uang 8000 hanya untuk transportasi saja, belum lagi yang lain. Otomatis dalam sebulan kurang lebih 8000×5 hari (dalam seminggu) x 4 (minggu dalam sebulan) maka harus mengeluarkan 160.000 rupiah sebulan. Kalau pakai motor cukup 20.000 rupiah (bensin dalam seminggu) x 4 (minggu dalam sebulan) jadi cukup 80.000 aja.

Seorang PNS sedang membongkar knalpot dan mesin motornya. Mungkin ga ada kerjaan kali di dalam kantor sehingga masih sempet bongkar-bongkar motor, atau emang lagi ga ada kerjaan, maklum DIPA belum turun :(

A (temennya yang mbongkar motor) “Ngapain Ron”
B (yang punya motor) ” Ini mbongkar motor, kurang tenaganya”
A “Kasih Extra**ss aja biar bertenaga”
B”!@#$%^&*()”

Terlambat masuk kerja jelas ada punishment (harusnya) tapi bagaimana kalau pemerintah terlambat alias turunnya DIPA molor. Hingga pertengahan Februari ini setitikpun belum ada pencairan. Sementara pekerjaan dan kegiatan terus berjalan. Apalagi yang sekolah (tugas belajar). Living cost yang seharusnya cair tiap bulan namun hingga kini masih NOL BESAR. bahkan kemarin dapat “surat cinta” dari Sekba bahwa paling cepet akan cair bulan April. Sakitnya diharapkan tetep semangat belajar dengan prestasi yang terbaik. Busyet dech bagaimana mau belajar kalau buat beli buku aja ga ada, padahal Mei udah ujian.

ini judul untuk blog ini. PNS mengeluh? hampir pasti. Soal ekonomi, nyanyian lama. Yang ini diusahakan lain dech

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!