Kepemilikan kendaraan di Indonesia apalagi pertumbuhannya tiap tahun semakin bertambah bukan mencerminkan kenaikan kemakmuran namun pengalihan biaya transportasi. Hitung punya itung dari rumah ke kantor harus dua kali naik angkot @ 2000 perak, maka dalam sehari harus mengeluarkan uang 8000 hanya untuk transportasi saja, belum lagi yang lain. Otomatis dalam sebulan kurang lebih 8000×5 hari (dalam seminggu) x 4 (minggu dalam sebulan) maka harus mengeluarkan 160.000 rupiah sebulan. Kalau pakai motor cukup 20.000 rupiah (bensin dalam seminggu) x 4 (minggu dalam sebulan) jadi cukup 80.000 aja.

Seorang PNS sedang membongkar knalpot dan mesin motornya. Mungkin ga ada kerjaan kali di dalam kantor sehingga masih sempet bongkar-bongkar motor, atau emang lagi ga ada kerjaan, maklum DIPA belum turun :(

A (temennya yang mbongkar motor) “Ngapain Ron”
B (yang punya motor) ” Ini mbongkar motor, kurang tenaganya”
A “Kasih Extra**ss aja biar bertenaga”
B”!@#$%^&*()”

Tulis sebuah Komentar

*
*