Sudah hampir dua bulan PT KA divisi Jabotabek meluncurkan KRL Ekonomi AC menggunakan gerbong ex Jepang yang nyaman. Awalnya terasa nyaman karena jarang yang menggunakan (mungkin takut dengan harganya yang hampir 3 kali lipat). Naik dari Cikini 18.34 masih dapat tempat duduk. Namun sekarang ini jangan harap kenyamanan itu ada.
Dua hari yang lalu aku naik kereta ini, ampun, penuhnya melebihi KRL Eko yang telah jalan duluan. Dua rangkaian KRL Eko begitu longgarnya. Sampai di Sta Cawang seorang PNS masuk sambil bergumam “ah, yang lain naik, ikutan juga…” Dugaanku Bapak yang satu ini pasti cuma beli karcis Ekonomi (2000 rupiah) tapi berkorupsi naik Ekonomi AC yang 6ribuan.
Jadi ingat postingan PNS Gila tentang korupsi